Minggu, Maret 24, 2019

Hotel Tour ke Hotel Majapahit Surabaya

Hasil gambar untuk HOTEL MAJAPAHIT SURABAYA


Pernah denger kan peristiwa perobekan bendera diatas gedung hotel ini? Jaman itu hotel ini namanya Hotel Oranje (baca : oranye).
Beberapa waktu lalu saya dan sahabat saya karena merasa mentok dengan hiburan Kota Surabaya yang menurut kami itu-itu saja menemukan voucher hotel tour di salah satu website e-commerce yang terkenal suka kasih voucher/promo makanan dan barang yaitu Dealjava.
Untuk bisa ikut hotel tour ini kita mesti reservasi paling lambat sehari sebelum tanggal (due date) yang kita kehendaki. Dan berbayar ya.  Kalau di poster sih tertera Rp 79.900
Hotel tour diawali dengan perkenalan dengan tour guide pada sesi itu. Di awal tour dijelaskan rute tour akan kemana saja dan kita diperbolehkan diskusi, tanya selama tour. Intinya sih ini tour santai kok. Dan bakal dikasih kesempatan buat ambil foto di setiap spot yang diijinkan. Sembari jalan, tour guide sudah pasti bakal cerita historis bangunan hotel gimana, siapa pemiliknya, dan apa saja yang sudah terjadi di hotel Majapahit khususnya pada kurun waktu tertentu yang memang happening kala itu.

Lobby

Seperti yang sudah diinfokan sebelumnya waktu reservasi, meeting point pertama adalah di lobi hotel. Dan tour memang dimulai dari bangunan lobi hotel. Seharusnya kita dikasih welcome drink sebelum tour. Tapi kami memutuskan untuk reserved welcome drink diakhir tour. Biar sekalian. Diawal tour dijelaskan bagaimana wujud bangunan hotel saat awal terbangun. Gambar hotel asli pada saat itu bisa dilihat di background resepsionis yang ada di lobby hotel.








Selain itu, ada mobil kuno yang terpampang ditengah-tengah lobi tapi pas itu tidak ada penjelasan dari tour guide kenapa ada disitu, sejarah si mobil atau mungkin memang hanya sekedar dipajang tanpa ada relasi apapun dengan sejarah hotel. Ada sih tulisan kecil yang dipasang untuk penjelasan merk dan jenis mobil. 


Sejarah

Hotel yang dirancang oleh Regnet Alfred John Bidwell sempat
 berubah nama dari masa ke masa. Diawal peresmiannya menggunakan nama Hotel Oranje (baca oranye), lalu berganti lagi menjadi Hotel Yamato. Pada tahun 1945 berubah nama menjadi Hotel Merdeka, dan satu tahun sesudahnya menjadi Lukas Martin Sarkies (LMS) Hotel. Dan pada tahun 1969 sampai dengan hari ini, dibawah naungan Accor Hotel, menjadi Hotel Majapahit.

Selanjutnya, tour berlanjut ke bagian lobi hotel asli pada saat hotel awal terbangun. Saat ini bagian bangunan ini berubah fungsi menjadi ruang ballroom/hall, dan diberi nama Balai Adika.

Balai Adika


Pada saat itu, bagian bangunan ini merupakan bagian lobi hotel dan ballroom utama untuk pertunjukan opera atau sekedar spot dansa pada jaman Belanda. Dibagian dalam ballroom juga tersedia ruang VIP seat khusus untuk tamu-tamu spesial saat pertunjukan opera. Dibagian luar Balai Adika juga masih terpampang beberapa foto para tersohor jaman itu yang pernah singgah di hotel ini. Salah satu foto tersohor yang mencolok adalah foto Charlie Chaplin yang menurut penjelasan pemandu tour saat itu sempat mampir ke acara opening hotel ini tahun 1936.
.Hasil gambar untuk balai adika charlie chaplin hotel majapahit


Kamar Merdeka No.33
Perjalanan setelahnya adalah menuju Kamar Merdeka, sebuah kamar bersejarah kamar no 33. Di sebuah dinding kamar terdapat tulisan yang menjelaskan sejarah apa yang terjadi dikamar ini. Disinilah pernah terjadi tempat berundingan Mr. Ploegman dengan Residen Sudirman saat insiden Perobekan BenderaJuga digunakan sebagai perundingan Ruslan Abdul Gani saat kemerdekaan.







Hal yang unik dikamar ini adalah letaknya yang berada paling pojok. Dan ternyata kenapa dulu dipilih ruang perundingan dipojok bangunan hotel, dikarenakan disana ada pintu rahasia yang terhubung dengan kampung. Sehingga jika terjadi hal yang tidak diinginkan pejuang ini dapat dengan mudah melarikan diri di kampung, tepatnya di kampung Genteng.


President Suites
President Suites Hotel Majapahit ini terdiri dari dua lantai yang super mewah. Dan merupakan President Suites (PS) yang terbesar se Asia. Dilantai 1 kita akan disambut dengan piano klasik dan tangga yang mirip seperti di sinetron TV gitu deh.



Ruangan terbagi kedalam beberapa bagian. Agak kedalam ada sebuah pintu yang ketika dibuka kita disambut dengan ruang tamu kamar ini. Untuk sekedar bayangan, kamar ini kurang lebih seperti tampilan rumah yang ada di telenovela atau film luar negeri.
Di dalam ruang tamu ini, ruangan dibagi lagi ke beberapa bagian ruangan. Sebelah kanan ada ruang kerja, sebelah kiri ruang makan.

Lurus dengan pintu ruang tamu ada pintu kearah teras yang bisa langsung mengakses taman utama hotel ini. Taman yang biasa dipakai untuk garden party atau resepsi pernikahan.




Flag terrace

Kenapa disebut flag terrace? Tentu saja karena area rooftop hotel ini cukup dekat dengan lokasi tiang bendera monumental itu. Tapi salah satu spot wajib yang harus masuk di list justru bukan tiang bendera bersejarah, melainkan dibawah jam dinding besar yang ada diatas pintu menuju balkon dalam balai adika








Afternoon tea
Setelah menjelajah disetiap sudut hotel kami kembali lagi ke lobby untuk menikmati sesi afternoon tea. Atau lebih tepatnya mencicipi paket kue dan teh ala Hotel Majapahit.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar